Pendidikan Zaman Now
Di
zaman millenium seperti sekarang menjadi guru tentu sebuah tantangan yang
berat. Seperti kita ketahui kelakuan anak “zaman now” yang bersikap selalu
benar dan sangat sulit untuk diatur menjadi tantangan tersendiri untuk
guru-guru zaman now. Belum lagi orang tua yang sulit untuk diajak berkerja sama
mendidik anak-anaknya. Kebanyakan orang tua malah menyalahkan guru yang tidak
bisa mengajari anaknya bukannya malah ikut membantu mengawasi pendidikan
anaknya di rumah.
Di zaman dengan perkembangan teknologi yang pesat,
seharusnya memudahkan anak-anak sekolah untuk mendapatkan informasi seputar
pelajaran sekolah dengan cepat. Tetapi anak-anak malah memanfaatkannya untuk
sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan. Misalnya saja yang sedang
heboh sekarang ini. TikTok. Kebanyakan anak malah menggunakan aplikasi tersebut
hanya untuk eksis di dunia maya dan itu tidak ada hubungannya dengan
pendidikan. Disinilah orang tua berperan yaitu untuk mengawasi kegiatan anak
diluar sekolah. Di zaman yang bisa kita katakan kejam ini, peran orang tua
sangat dibutuhkan untuk mengawasi kegiatan anaknya dan juga membatasi
penggunaan gadget yan berlebihan pada anak.
Pada usia anak sekolah menengah pertama itu adalah masa
peralihan dimana anak mulai mencari jati dirinya. Pada usia ini anak akan
cenderung mencoba banyak hal baru untuk menemukan apa yang menarik bagi
dirinya. Dan seperti yang kita lihat dizaman sekarang ini kebanyakan kenakalan
remaja dilakukan oleh siswa/i sekolah menengah pertama. Oleh karena itu isi lah
kegiatan anak-anak dengan hal positif.
Sebagai guru zaman millenium, guru harus siap menghadapi
perubahan zaman. Guru harus merubah pola pikirnya sesuai dengan apa yan
dibutuhkan anak-anak zaman sekarang. Misalnya anak-anak zaman sekaran cenderung
cepat bosan bila belajar, jadi guru dituntut kreatifitasnya untuk menciptakan
media pembelajaran yang menarik dan menciptakan kondisi kelas yang menarik dan
nyaman. Sehingga anak-anak tertarik untuk mengikuti pembelajaran di dalam
kelas. Dan guru juga di tuntut untuk membentuk karakter anak didiknya menjadi
lebih baik. Guru sebagai orang tua di sekolah dan juga sebagai contoh bagi anak
didiknya seharusnya bersikap baik dan penuh sopan santun agar yang dicontoh
oleh anak didiknya adalah hal-hal baik.
Komentar
Posting Komentar